Balikukukup, INFOFURINNEWS.COM, 14 – Okteber – 2025 – Kabar menggegerkan terkait dugaan penyelewengan anggaran perehapan balai kampung Balikukukup senilai Rp 800 juta semakin memanas. Menyusul pemberitaan yang menyebutkan besaran fantastis tersebut, Kepala Kampung Balikukukup, Bahtiar, dengan tegas membantah dan menyebut semua laporan media sebagai “hoaks” yang tidak berdasar.
Klaim sang Kepala Kampung ini disampaikan secara personal kepada salah seorang ibu warga Balikukukup yang meminta identitasnya dirahasiakan. Dalam pembelaannya, Kepala Kampung Bahtiar menunjuk pada proyek infrastruktur yang sudah ia kerjakan.
“Kepala kampung sampaikan kan saya buat jalan dan WC masa kalian tidak lihat,” ujar sumber tersebut menirukan ucapan Bahtiar.
Namun, upaya Kepala Kampung untuk meredam isu ini justru mendapat perlawanan tajam dari warga. Dengan pemahaman yang mengejutkan tentang detail anggaran, salah seorang warga Balikukukup membeberkan inkonsistensi yang mencolok.
Warga tersebut mempertanyakan alokasi anggaran dan sangsi terhadap klaim Bahtiar. Mereka menegaskan bahwa proyek WC yang disebut-sebut Kepala Kampung tidak menggunakan dana perehapan Rp 800 juta yang baru muncul di akhir tahun.
“Pak kami juga bukan bodoh sementara anggaran itu muncul di akhir tahun sementara WC yang Bapak kerjakan bukan pakai dana itu,” ungkap warga tersebut.
Warga Balikukukup bahkan secara spesifik menuding Kepala Kampung telah mengalihkan Rp 300 jutaan ke proyek jalan. Pertanyaan yang paling menusuk adalah tentang sisa anggaran yang berjumlah Rp 500 juta:
“Terus yang Rp 500 juta-nya Bapak simpan di rekening siapa?” tanya warga itu, menuntut transparansi dan akuntabilitas.
Klimaks dari polemik ini adalah seruan tegas warga kepada otoritas tertinggi negara untuk segera bertindak.
Warga Balikukukup secara kolektif meminta audit total terhadap seluruh Anggaran Kampung Balikukukup yang kuat disinyalir telah “dimakan” oleh Kepala Kampung Bahtiar dan kroni-kroninya.
Mereka mendesak:
bu Bupati dan Pak Gubernur untuk turun tangan.
Kejaksaan, KPK, dan Inspektorat untuk segera melakukan investigasi.
Dalam nada putus asa, warga Balikukukup bahkan menyampaikan permohonan langsung kepada Menteri Pertahanan, Pak Prabowo, meminta pertolongan setelah bertahun-tahun hidup di bawah tekanan Kepala Kampung Bahtiar.
Sebagai langkah perbaikan tata kelola, warga juga mengajukan tuntutan fundamental: agar pengelolaan Dana RT yang berjumlah Rp 50 juta per tahun dialihkan sepenuhnya kepada RT dan warganya, bukan lagi berada di bawah kendali Kepala Kampung.
Hal ini mencerminkan tingginya ketidakpercayaan warga terhadap pimpinan kampung mereka saat ini.(Tim Red)
![]()












