Adat, Berau  

Hormati Kearifan Lokal, PT Antasena Gelar Prosesi Pamit Adat Bersama PYM Datu Amir MA

Berau, Infofurinnews.com – Di bawah langit pesisir Tanjung Batu yang membentang luas, sebuah momen sakral yang mempertemukan modernitas industri dan keluhuran tradisi baru saja terukir. Pada Sabtu (23/05/2026), PYM Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa, memimpin ritual adat di wilayah perairan PT Antasena.

Ritual ini bukan sekedar seremonial, melainkan simbol penghormatan mendalam dari PT Antasena terhadap kearifan lokal setempat.

Melalui prosesi ini, pihak manajemen perusahaan secara resmi mengetuk pintu dan meminta restu serta pamit kepada leluhur dan masyarakat adat sebelum memulai aktivitas operasional mereka di wilayah Kabupaten Berau.

Langkah PT Antasena yang menggandeng tokoh adat tertinggi ini dinilai sebagai standar baru bagi investasi yang bertanggung jawab, di mana kemajuan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kelestarian budaya.

Prosesi ritual yang berlangsung khidmat di atas riak gelombang laut Tanjung Batu ini dihadiri oleh jajaran petinggi PT Antasena serta karyawan perusahaan dan rombongan kesultanan.

Baca Juga :  Sengkarut Hak Buruh di PT BAR, Gaji Tersendat, Potongan BPJS Diduga Mengendap

Kehadiran PYM Datu Amir MA menegaskan bahwa tanah dan laut Berau memiliki penjaga yang harus dihormati oleh siapa pun yang datang untuk mengelola sumber daya alamnya.

Pihak PT Antasena menyatakan bahwa ritual ini adalah bentuk komitmen mereka untuk tidak hanya mengeruk keuntungan, tetapi juga menjaga keharmonisan lingkungan, keselamatan para pekerja, serta berkontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat Berau.

Sebagai pemimpin adat dan spiritual, PYM Datu Amir MA menyampaikan pesan yang kuat dan penuh kebijaksanaan terkait kolaborasi ini.

“Laut dan tanah Berau ini adalah warisan leluhur yang menghidupi kita semua. Ketika PT Antasena datang dengan niat baik, menunjukkan rasa hormat yang besar terhadap adat istiadat kami, dan secara ksatria meminta izin untuk bekerja di wilayah ini, maka kami menyambutnya dengan tangan terbuka,”ungkapnya.

Baca Juga :  Dugaan Galian C Ilegal di sembakungan, Antara Ancaman Hukum, Dalih Proyek Strategis dan Tuntutan Ketegasan Publik

“Ritual yang kita laksanakan hari ini adalah jembatan spiritual agar aktivitas perusahaan selalu diberkahi keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, dan membawa berkah bagi masyarakat luas. Kita tidak menolak kemajuan zaman, namun industri harus tahu diri dan tahu cara menghormati alam serta budaya tempatan. Saya berharap PT Antasena memegang teguh komitmen ini hingga akhir,” Tambahannya

Dengan selesainya ritual adat ini, PT Antasena siap melangkah maju memulai operasinya di Kabupaten Berau dengan mengantongi restu adat tertinggi.

Langkah ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan internasional dan nasional lainnya di Indonesia, bahwa kunci keberhasilan investasi jangka panjang adalah sinergi total dengan masyarakat dan adat setempat.

Baca Juga :  Proyek Jalan Rp25,2 Miliar PUPR Berau Terobos Zona KBK, Diduga Tabrak Hukum Kehutanan, Disorot Soal Anggaran Ganda dan Intervensi Oknum APH

Berau kini bersiap menyaksikan bagaimana industri modern dapat tumbuh subur tanpa harus mencabut akar tradisi yang telah terjaga selama berabad-abad.

 

Penulis : Abdul Hasan

Loading