Tragedi di Kabupaten Berau, Dump Truck Terbalik di Area PT PSG, Keselamatan Pekerja Dipertanyakan.

Berau, Infofurinnews.com – Bayang kelam kembali menyelimuti operasional pertambangan di Bumi Batiwakkal. Sebuah insiden kecelakaan kerja melibatkan satu unit Heavy Dump (HD) yang terbalik di area operasional PT Prima Sarana Gemilang (PSG), memicu sorotan tajam terkait urgensi standar keselamatan kerja di lapangan.

Peristiwa yang terjadi pada Senin malam (13/7/2026), tepat pukul 21:22 WITA, terekam dalam sebuah video amatir yang kini beredar luas.

Dalam visualisasi tersebut, unit HD terlihat tergeletak di badan jalan operasional, menjadi pengingat pahit atas risiko tinggi yang mengintai setiap detiknya di sektor pertambangan.

Seorang saksi di lokasi kejadian, yang memilih untuk tidak disebutkan identitasnya demi alasan keamanan, mengonfirmasi insiden tersebut.

Baca Juga :  Kericuhan dalam Pertemuan Pemuda Tabalar: Tuntut Keterbukaan Data, Camat Ajak Duel

“Telah terbalik HD di lokasi PT PSG, Senin malam, pukul 21:22. Untuk operator saat ini sedang menjalani perawatan,” ungkap sumber tersebut.

Meskipun laporan awal menyebutkan operator telah mendapatkan penanganan medis, kondisi tersebut tidak serta-merta meredam kegelisahan publik.

Fakta bahwa insiden ini terjadi di tengah operasional normal mengangkat pertanyaan fundamental mengenai efektivitas prosedur Health, Safety, and Environment (HSE) yang diterapkan PT PSG.

Dalam industri pertambangan, kecelakaan kerja bukan sekedar data statistik. Ia adalah refleksi dari integritas manajemen dalam menjaga aset paling berharga yaitu nyawa manusia.

Analisis pakar industri sering menekankan bahwa insiden seperti HD terbalik seharusnya dapat dimitigasi sepenuhnya melalui pemeliharaan infrastruktur jalan tambang yang ketat, pengawasan operasional, serta budaya kerja yang mengutamakan keselamatan di atas kecepatan.

Baca Juga :  Megakorupsi Pertamina, Kejagung Dalami Periksa Petinggi PT. Berau Coal

Jika prosedur mitigasi dijalankan secara konsisten, insiden ini semestinya tidak menjadi realita yang berulang.

Hingga Selasa (14/7/2026) siang, manajemen PT PSG belum memberikan pernyataan resmi mengenai kronologi lengkap, penyebab pasti kecelakaan, maupun langkah pertanggungjawaban perusahaan pasca-insiden.

Absennya komunikasi resmi di tengah situasi genting ini telah memicu spekulasi luas di masyarakat dan komunitas pekerja tambang.

Transparansi merupakan mata uang tertinggi dalam kredibilitas sebuah perusahaan tambang. Ketertutupan hanya akan memperdalam jurang ketidakpercayaan publik.

Publik kini menunggu langkah konkret dari PT PSG, Apakah insiden ini merupakan kelalaian kasuistik, ataukah indikasi dari pengabaian sistemik terhadap protokol keselamatan yang seharusnya menjadi harga mati.

Baca Juga :  PJI Kaltim Apresiasi Profesionalisme TNI-Polri dalam Pengamanan Aksi Massa di Samarinda

Penulis : Hasan

Loading