Berau, TNI  

Waspada Karhutla di Berau, Koramil Sambaliung Imbau Petani Gunakan Solusi Tanpa Bakar

Berau, Infofurinnews.com – 7 Agustus 2026 – Menghadapi potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya puncak musim kemarau, Komando Rayon Militer (Koramil) 0902-05/Sambaliung mengimbau masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Sebagai langkah konkret, TNI mendorong skema mekanisasi pertanian berbasis alokasi Corporate Social Responsibility (CSR) guna menjaga ketahanan pangan warga tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Danramil 0902-05/Sambaliung, Kapten Arm. Rudi Cahyono, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat lagi mengandalkan tindakan responsif pemadaman semata, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor yang terstruktur antara masyarakat, pemerintah daerah, dan korporasi swasta.

Hingga saat ini, wilayah Kecamatan Sambaliung tercatat masih berada dalam kondisi relatif aman dari ancaman karhutla berskala besar. Meski demikian, potensi risiko tetap mengintai akibat ditemukannya aktivitas pembersihan lahan oleh warga dalam skala kecil.

“Sampai saat ini belum ada kebakaran hutan dan lahan yang signifikan di wilayah Sambaliung. Namun, pembukaan lahan oleh masyarakat masih ditemukan dalam skala kecil, sehingga tetap menjadi perhatian utama kami untuk terus diawasi,” ujar Kapten Arm. Rudi Cahyono saat memberikan keterangan resmi di markasnya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Efisiensi Berujung Diskriminasi, Vendor Transpor PT PAMA Berau Protes Pemangkasan Upah Lembur dan Dominasi Pekerja Luar Daerah

Guna mengantisipasi eskalasi, Koramil Sambaliung mengintensifkan sosialisasi persuasif melalui jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Para personel diterjunkan langsung ke kawasan pemukiman dan perkebunan untuk menyosialisasikan bahaya laten api terutama di bawah ancaman cuaca panas ekstrem dan angin kencang yang dapat memicu kebakaran meluas secara tak terkendali.

Di balik penegakan larangan pembakaran, Danramil menekankan pentingnya pemahaman atas kebutuhan ekonomi petani lokal. Menurutnya, larangan pembakaran lahan harus disertai dengan solusi nyata agar produktivitas pertanian warga tidak terhenti.

Salah satu model terobosan yang didorong adalah penyediaan fasilitas alat berat bagi kelompok tani yang didanai melalui program CSR perusahaan yang beroperasi di wilayah Sambaliung. Ia mengapresiasi langkah PT EPN yang telah menginisiasi bantuan alat berat bagi masyarakat desa.

“Larangan harus diikuti dengan solusi nyata. Salah satunya melalui penyediaan alat berat yang dapat dipinjamkan kepada masyarakat,” jelas Rudi.

Baca Juga :  Paradoks Berbahaya di PT IPB, Kerugian Kumulatif Mencekik, Harta Dirut Melambung Tinggi

“Jika perusahaan melalui program CSR dapat menyediakan alat berat yang dikelola desa atau kelompok tani, warga dapat memanfaatkannya secara bergiliran. Ini sangat efektif membantu ketahanan pangan sekaligus mengeliminasi praktik pembakaran lahan.” Pungkasnya

perusahaan-perusahaan lain di Kecamatan Sambaliung. Bantuan alat operasional dinilai jauh lebih produktif dan berdampak jangka panjang dibanding bentuk bantuan yang bersifat konsumtif.

Dalam memperkuat benteng pencegahan, Koramil 0902-05/Sambaliung terus mempererat koordinasi dengan Polsek, Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga pemerintah kampung/desa.

Menanggapi tantangan geografis serta keterbatasan armada pemadam di beberapa area terpencil, Kapten Rudi menyoroti vitalnya peran masyarakat sebagai sistem peringatan dini.

“Keterbatasan armada pemadam di lapangan menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, kecepatan pelaporan dari masyarakat saat menemukan titik api awal sangat penting agar penanganan gabungan dapat dilakukan secepat mungkin,” imbaunya.

Mengakhiri keterangannya, Kapten Arm. Rudi Cahyono menegaskan bahwa kelestarian ekosistem dan keselamatan daerah dari bencana asap merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga :  E-Katalog Proyek Berau Disorot, GM FKPPI Kaltim Endus Indikasi Monopoli dan Desak Evaluasi LKPP

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat TNI-Polri semata. Dibutuhkan kepedulian dan kerja sama nyata dari semua pihak agar wilayah kita tetap aman, hijau, dan bebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan,” Tutupnya

Penulis : Hasan

Loading