Berau  

Kualitas Udara Tanjung Redeb Masuk Kategori Tidak Sehat Akibat Karhutla Berkepanjangan

Tanjung Redeb, infofurinnews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Berau dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius terhadap kualitas udara di wilayah perkotaan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau melaporkan bahwa kualitas udara di Tanjung Redeb saat ini berada pada level tidak sehat.

Berdasarkan data pemantauan 24 jam yang dilakukan pada 28–29 Agustus 2026 di halaman Kantor DLHK Berau, parameter pencemar udara mencatatkan angka yang mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Krisis Hukum Adat di Berau, Aliansi Masyarakat Dayak Basab dan Sultanan Sambaliung Kecam PT THL, Ancam Aksi Massa Besar-Besaran

TSP (Total Suspended Particulate), 193 \mu\text{g/m}^3, PM10 153 \mu\text{g/m}^3, PM2,5 131 \mu\text{g/m}^3, dan CO (Karbon Monoksida) 1,30 ppm

Tingginya konsentrasi partikel halus, khususnya PM2,5 dan PM10, berisiko tinggi memicu gangguan kesehatan pernapasan bagi masyarakat rentan, termasuk anak-anak dan lansia.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengeluarkan imbauan darurat agar warga membatasi aktivitas di luar ruangan demi keselamatan kesehatan.

“Kurangi aktivitas di luar rumah, patuhi protokol kesehatan. Dan jangan ada membakar sampah, lahan dan hutan. Hindari bahaya api,” tegas Zulkifli, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga :  Sengketa Lahan Karang Tigau Memanas, PT KCW Dinilai Abaikan Mediasi, Kuasa Masyarakat Desak DPRD Berau Segera Gelar RDP

Pihak DLHK terus memantau pergerakan titik api dan kualitas udara secara berkala. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan segala bentuk pembakaran terbuka—baik untuk clearing lahan maupun pembakaran sampah rumah tangga guna mencegah eskalasi krisis asap di wilayah Berau.(*)

Loading