Berau  

Disbudpar Berau dan Komunitas Salurkan Bantuan Logistik bagi Pemadam Karhutla dan Pengawal Mata Air di Biatan Ulu

Berau, Infofurinnews.com – Rabu, 2 September 2026 – Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas, masyarakat adat dan pemuda Kampung Biatan Ulu turun ke garis depan untuk melindungi kawasan hutan yang memuat sumber mata air krusial bagi warga lokal. Merespons aksi swadaya tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau bersama lintas komunitas menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, minuman, serta obat-obatan pada Rabu (2/9).

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Disbudpar Kabupaten Berau, Hj. Samsiah, SE., M.Tr.Par., sebagai bentuk dukungan moral dan operasional atas aksi mitigasi bencana yang dilakukan warga adat setempat.

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah, menegaskan bahwa aksi penyaluran logistik ini dipicu oleh medan Biatan Ulu yang terisolasi serta posisinya yang jauh dari akses jalan utama, sehingga dukungan darurat kerap terlambat sampai di titik-titik vital.

“Kampung Biatan Ulu itu jauh dari jalan raya, bantuan untuk pemadaman dirasa tidak menyentuh kampung mereka karena memang titik api ada di mana-mana. Sudah beberapa hari ini anak mudanya berkomitmen menjaga hutan yang di dalamnya ada sumber mata air yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Samsiah.

Baca Juga :  Proyek Jalan Limunjan–Mantaritip Rp25,2 Miliar, Pintu Masuk KPK dan Kejagung Bongkar Gurita Korupsi Pejabat Berau

Samsiah menambahi bahwa dukungan ini dihimpun melalui kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat, di antaranya Sahabat Jumat Berbagi dan Komunitas JEJAK.

“Tindakan ini bagian dari pelestarian alam. Kami dari berbagai komunitas masyarakat memberikan penyemangat, bukan cuma untuk Biatan Ulu, tapi juga untuk Tubaan. Tidak banyak, tapi semoga jadi api pembakar semangat mereka untuk tetap mempertahankan hutan yang mereka jaga,” tegasnya.

Samsiah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani krisis lingkungan akibat karhutla di Kabupaten Berau.

“Dengan adanya musibah karhutla ini, kita harus bahu-membahu. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tugas BPBD, Damkar, beberapa instansi pemerintah, aparat, dan Manggala Agni, tapi tugas kita semua meringankan beban mereka. Jangan biarkan mereka merasa berjuang sendirian. Kepedulian kita adalah semangat mereka,” tegas Samsiah.

Baca Juga :  Sinergi Pembangunan Daerah, Babinsa Koramil 0902-05/Sambaliung Dampingi Rencana Kerja Kampung Tumbit Dayak

Upaya pencegahan karhutla secara mandiri ini melibatkan warga dan pemuda adat yang bersiaga penuh di lapangan untuk memastikan titik api tidak merusak ekosistem hutan pendukung sumber air bersih.

Kepala Adat Biatan Ulu, Suharto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan oleh pihak Disbudpar Berau dan relawan komunitas.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dan bantuan yang disalurkan oleh Ibu Samsiah beserta rekan-rekan Disbudpar dan komunitas. Perjuangan anak-anak muda dan warga adat di lapangan untuk memadamkan api dan menjaga sumber mata air ini adalah demi masa depan kita bersama. Dukungan logistik dan obat-obatan ini sangat berarti untuk menjaga fisik serta semangat kami di garis depan,” ungkap Suharto.

Baca Juga :  Gawat !! Proyek Jalan Siluman Tembus Kawasan Hutan, Kadis PUPR Kunci Mulut Rapat.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat menguatkan sinergi antara pemerintah daerah, komunitas relawan, dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menanggulangi dampak karhutla di Kabupaten Berau secara berkelanjutan.

 

Penulisan : Samsul

Editor : Hasan

Loading