Keluhan Warga Tanjung Redeb: Tumpukan Tanah di Jalan Pemuda Halangi Akses Publik dan Bahayakan Pengguna Jalan

INFOFURINNEWS.COM, Berau Jumaat, 19 September 2025 – Sejumlah warga dan pengguna jalan di beberapa titik di Jalan Pemuda, Kecamatan Tanjung Redeb, mengeluhkan keberadaan tumpukan tanah yang tidak diketahui pemiliknya. Tumpukan ini menutupi trotoar dan bahkan sebagian badan jalan, menimbulkan keresahan dan kekhawatiran akan keselamatan.

Menurut warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, masalah ini semakin parah terutama saat cuaca ekstrem.

Ketika hujan turun, tanah gundukan tersebut terbawa arus air dan mengotori trotoar serta jalan, membuat area tersebut licin dan sulit dilalui.

Sebaliknya, saat cuaca panas, tanah kering berubah menjadi debu tebal yang mengganggu pernapasan dan pandangan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Baca Juga :  Pesta Akbar Peringatan Dua Tonggak Sejarah: Berau Merayakan Hari Jadinya yang Ke-72 dan Kota Tanjung Redeb yang Ke-215

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan publik. Para pejalan kaki dipaksa berjalan di badan jalan, berisiko tinggi tertabrak kendaraan.

Sementara itu, pengendara harus ekstra hati-hati saat melintasi area tersebut untuk menghindari kecelakaan.

Masyarakat sangat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil tindakan tegas.

Mereka meminta agar pihak berwenang melakukan investigasi untuk mengidentifikasi pemilik tumpukan tanah tersebut dan memerintahkannya untuk segera membersihkan area yang terimbas.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada dinas terkait belum membuahkan hasil. Pihak berwenang belum memberikan komentar resmi mengenai masalah ini.

Baca Juga :  Sambut Era Baru, PJI Kaltim dan Manajemen Bandara SAMS Sepinggan Sepakat Perkuat Sinergi

memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat: Ada apa dengan kebisuan ini? Mengapa instansi terkait memilih bungkam di tengah keresahan publik yang kian memuncak? Sikap diam dari pemerintah daerah ini hanya menambah frustrasi warga, yang merasa keluhan mereka tidak dianggap serius.

Tindakan cepat dan transparan dari pemerintah kini bukan lagi harapan, melainkan sebuah keharusan demi mengembalikan fungsi jalan dan trotoar yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.(Tim Red)

Loading