Jalan RT 01 Balikukup Jadi Saksi Bisu Pengkhianatan Anggaran

Berau, INFOFURINNEWS.COM – Belum genap seumur jagung, proyek semenisasi jalan di RT 01 Kampung Balikukup kini memicu kemarahan publik. Infrastruktur yang baru saja rampung pada anggaran tahun 2025 tersebut dilaporkan retak di berbagai titik, memicu dugaan kuat adanya praktik korupsi sistematis demi meraup keuntungan pribadi dengan mengorbankan kualitas material.

Investigasi di lapangan mengungkap adanya ketidaksesuaian material yang sangat mencolok.

Seorang warga setempat, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, membeberkan bahwa pelaksana proyek diduga kehabisan stok besi standar jalan dan menggantinya dengan besi seadanya.

“Besi yang saya lihat dipasang lurus saja, bukan besi standar untuk perkerasan jalan. Kurang lebih sepanjang 20 meter mereka pasang asal-asalan hanya untuk mengejar target penyelesaian. Hasilnya fatal baru satu bulan dibangun, jalan sudah retak-retak,” ungkap sumber tersebut dengan nada getir.

Bukan hanya di RT 01, keresahan meluas ke titik-titik pengerjaan lain di Kampung Balikukup yang diduga mengalami nasib serupa, kualitas rendah demi margin keuntungan besar bagi segelintir oknum pemerintahan kampung.

Baca Juga :  Polsek Tabalar Siapkan Layanan Penitipan Kendaraan bagi Pemudik Lebaran

Masyarakat kini melayangkan kecaman keras terhadap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) serta Inspektorat Kabupaten Berau yang dinilai gagal dalam fungsi pengawasan.

“Kami menuntut DPMK dan Inspektorat turun ke lapangan kami minta di bongkar jalan itu agar bisa liat kesaksian di dalam itu, lihat kenyataan di bawah kaki kalian! Jangan hanya duduk di kantor dan memberi persetujuan di atas kertas. Jika kalian terus membiarkan ini, kami sebagai rakyat tidak akan lagi menaruh percaya pada institusi kalian,” tegas perwakilan warga.

Tuntutan lebih tajam juga diarahkan kepada Aparat Penegak Hukum. Warga mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau untuk segera melakukan audit investigatif terhadap Kepala Kampung Balikukup.

Baca Juga :  Berau Menggelar Turnamen Akbar: Bupati Cup 2025 Jadi Panggung Pencarian Bakat Masa Depan

“Kejaksaan harus periksa transparansi anggaran ini. Jangan biarkan kampung kami jadi ladang korupsi,” tambah warga lainnya dengan pedas.

Rasa frustrasi yang memuncak membuat warga Balikukup membawa masalah ini ke level nasional. Mereka mengirimkan pesan terbuka kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, menilai pemerintah daerah hanya diam seribu bahasa melihat penderitaan rakyat.

“Kami mohon Bapak Presiden Prabowo Subianto turun ke Berau. Banyak dugaan korupsi di kampung-kampung tapi pemerintah kabupaten hanya diam. Aspirasi kami tidak didengar! Jika omongan rakyat diabaikan, untuk apa ada pemerintahan? Kalian hanya makan gaji buta saja sementara rakyat dikhianati!”

Saat dikonfirmasi mengenai dugaan manipulasi material tersebut, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Kampung, Lahumadi, memberikan pernyataan singkat untuk menepis tudingan warga.

“Semua (pengerjaan) menggunakan besi,” ungkap Lahumadi singkat tanpa memberikan rincian spesifikasi teknis lebih lanjut terkait jenis besi yang dipermasalahkan masyarakat.

Kini, bola panas berada di tangan Inspektorat dan Kejaksaan. Apakah mereka akan bertindak nyata, atau membiarkan infrastruktur rakyat hancur dimakan korupsi? (Tim Red).

Loading