Hari Jadi Pulau Balikukup Berujung Kekecewaan Massal, Warga Tuding Kepala Kampung Ingkar Janji

BaliKukup, INFOFURINNEWS.COM – 22 November 2025 — Pesta penutupan Hari Jadi Pulau Balikukup tahun ini yang seharusnya menjadi puncak sukacita, justru diwarnai dengan kekecewaan dan protes keras dari masyarakat. Warga menuding Kepala Kampung Balikukup telah berulang kali ingkar janji, terutama terkait besaran hadiah lomba-lomba yang diumumkan tidak sesuai dengan realisasi, memicu kemarahan publik yang sudah lama terpendam.

Acara yang sangat dinantikan ini ditutup dengan suasana yang jauh dari meriah. Kekecewaan utama masyarakat terfokus pada disparitas mencolok antara janji lisan Kepala Kampung dengan hadiah yang benar-benar dibagikan kepada para pemenang kompetisi.

Dalam salah satu contoh paling disorot, hadiah untuk perlombaan bola voli disampaikan Kepala Kampung sebelum acara akan mencapai Rp3 juta untuk juara satu.

Namun, saat pembagian hadiah, pemenang hanya menerima Rp2 juta. Juara dua juga terpangkas jauh, dari janji yang tidak disebutkan, menjadi hanya Rp1.500. Disparitas serupa juga terjadi pada hadiah lomba sepak bola, yang hanya menyentuh Rp3 juta untuk juara satu.

Baca Juga :  JERITAN KEADILAN IBU NURI : Lahan Hidupnya Dirampas di Samburakat, Polisi Didesak Usut Tuntas Penyerobot Tanah!

Padahal, untuk kegiatan perayaan ulang tahun kampung, dilaporkan bahwa anggaran yang dialokasikan (dana kurajang) mencapai Rp50 juta.

“Kami sudah sangat kecewa. Banyak sekali janji-janji Kepala Kampung yang tidak terealisasi. Dibilang juara satu voli Rp3 juta, nyatanya cuma Rp2 juta. Kami tidak makan janji-janji manis lagi. Ini sudah keterlaluan, Dulu tahun 2024 beliau sampaikan kalau acara hari jadi kampung beliau akan mengundang open pesisir nyatanya tidak ada juga padahal anggaran 60 jutaan, trus tahun ini beliau sampaikan juga di sambutan beliau pada saat malam acara penutupan hari jadi kampung tgl 22 nov 2025, “ujar seorang warga yang namanya enggan disebutkan.

Selain masalah hadiah, janji Kepala Kampung saat pidato penutupan untuk menggelar acara akbar “Open Pesisir” pada Hari Jadi Pulau Balikukup tahun 2026 juga disambut sinis.

Masyarakat lokal mengungkapkan bahwa ini adalah kali kedua janji serupa dilontarkan. Kepala Kampung dilaporkan telah menyampaikan hal yang sama pada perayaan tahun 2024, namun terbukti tidak ada realisasi pada perayaan tahun ini.

Baca Juga :  SKANDAL ASET GONO-GINI DI BERAU: Mantan Suami Tuduh "Transaksi Gelap," Notaris Kunci Akses Dokumen Krusial

Klimaks kekecewaan ini diungkapkan warga sebagai mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan kampung.

Masyarakat Balikukup menilai bahwa Kepala Kampung telah melakukan banyak kebohongan publik, yang bahkan mereka khawatirkan dapat merusak citra Pemerintahan Kabupaten Berau di bawah kepemimpinan Bupati Sri Juniarsih Mas.

“Masyarakat saja sering dibohongi, apalagi yang lain. Kami tidak butuh Kepala Kampung pembohong,” tegas seorang warga.

Warga lainnya yang enggan di sebutkan namnya Balikukup kini secara terbuka mendesak pihak yang lebih tinggi untuk turun tangan.

“Camat Batu Putih, Bupati Berau, dan Dinas DPMK harus melihat apa yang sedang terjadi di Pulau Balikukup. Jangan hanya dengar omongan Kepala Kampung saja, masyarakat harus didengar juga. Pokoknya Pulau Balikukup harus diperiksa,” pungkasnya.

Upaya awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada Kepala Kampung Balikukup terkait keluhan masyarakat dan dugaan ingkar janji ini menghadapi hambatan tak terduga.

Baca Juga :  Keluhan Warga Tanjung Redeb: Tumpukan Tanah di Jalan Pemuda Halangi Akses Publik dan Bahayakan Pengguna Jalan

Demi menjaga prinsip pemberitaan yang berimbang, awak media berupaya menghubungi Kepala Kampung untuk mendapatkan tanggapan resmi.

Namun, dilaporkan bahwa nomor kontak awak media telah diblokir oleh Kepala Kampung, sehingga konfirmasi resmi hingga berita ini diturunkan belum berhasil didapatkan.(Tim Red)

Loading