Perkuat Pangan Nasional, Menko Zulkifli Hasan Umumkan Rekrutmen 35.476 SDM Kopdes.

Jakarta, infofurinnews.com – Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen besar-besaran sebanyak 35.476 formasi pekerjaan guna mendukung penguatan ekonomi akar rumput melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan.

Langkah ini menandai upaya ambisius pemerintah dalam mengintegrasikan manajemen profesional ke dalam sektor pangan nasional.

Seluruh kandidat yang berhasil lolos seleksi akan menyandang status sebagai Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rekrutmen ini menggunakan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang dirancang untuk memastikan fleksibilitas dan efisiensi dalam pelaksanaan program kerja nasional.

Baca Juga :  Anggaran Mencekik Balikukup: Warga Desak Kejaksaan Turun Tangan Audit Total Dana Desa 2020-2022

Proses seleksi akan berlangsung dalam jendela waktu yang cukup singkat. Calon pelamar diharapkan memperhatikan lini masa berikut. Pembukaan Pendaftaran, Rabu, 15 April 2026. Penutupan Tahap Pertama, Jumat, 24 April 2026.

Program ini dikelola di bawah payung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Fokus utamanya adalah transformasi pengelolaan koperasi di tingkat desa dan kampung nelayan agar lebih kompetitif dan transparan.

“Program ini sekarang sudah memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Panitia Seleksi Nasional SDM PHTC membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk terlibat langsung dalam pengelolaan Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4).

Baca Juga :  Sandera Ekonomi Warga, FKPPI Desak APH Usut Proyek Mangkrak Jembatan Muara Lesan

Langkah penempatan tenaga kerja berstatus BUMN hingga ke tingkat desa dipandang sebagai strategi pemerintah untuk mempercepat distribusi logistik pangan dan memotong rantai pasok yang tidak efisien.

Dengan melibatkan tenaga perfesional muda, pemerintah berharap Koperasi Desa tidak lagi dipandang sebagai entitas tradisional, melainkan motor penggerak ekonomi modern yang mampu menjaga stabilitas pangan nasional.

Penulis : Hasan

Loading