Muara Lesan, Infofurinnews.com – Dalam upaya memperkuat hubungan antara entitas industri dan pemangku adat, Paduka Yang Mulia (PYM) Datu Amir, M.A., beserta jajaran kerabat Kesultanan Sambaliung, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas operasional PT. AAPA MIIL yang berlokasi di Kampung Muara Lesan, Kecamatan Kelay.
Pertemuan ini menandai babak baru dalam kolaborasi strategis di wilayah tersebut, di mana nilai-nilai kearifan lokal bertemu dengan visi pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Kedatangan rombongan Kesultanan disambut dengan penuh penghormatan oleh jajaran manajemen PT. AAPA MIIL.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan namun formal ini menjadi wadah dialog terbuka mengenai kontribusi perusahaan terhadap lingkungan sosial dan pelestarian budaya di sekitar area operasional.
Pihak perusahaan menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pemain ekonomi, tetapi juga tetangga yang baik bagi masyarakat adat.
Dalam sambutannya, PYM Datu Amir, M.A. menekankan pentingnya harmonisasi antara kemajuan industri dan penjagaan marwah tanah leluhur. Beliau menyampaikan.
“Kunjungan kami hari ini adalah bentuk apresiasi sekaligus pengingat bahwa di atas tanah tempat industri berpijak, terdapat akar budaya dan tatanan sosial yang telah terjaga selama berabad-abad. Kami melihat PT. AAPA MIIL memiliki itikad baik dalam membuka ruang komunikasi,”ungkap PYM Datu Amir M.A
“Harapan kami, keberadaan perusahaan harus menjadi air yang menghidupkan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Muara Lesan dan sekitarnya, serta tetap berdiri tegak di atas penghormatan terhadap adat istiadat Kesultanan Sambaliung,” Tambahannya
Merespons kunjungan tersebut, perwakilan manajemen PT. AAPA MIIL, Sukardi, Maneger menyatakan kebanggaan atas kehadiran sang tokoh adat. Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen mengungkapkan.
“Merupakan kehormatan besar bagi PT. AAPA MIIL dapat menerima kunjungan langsung dari PYM Datu Amir, M.A. dan keluarga besar Kesultanan Sambaliung. Kami menyadari bahwa keberlanjutan operasional kami sangat bergantung pada restu dan sinergi dengan pemangku adat,” katanya
Senada dengan hal tersebut, Sulaiman dari bagian CSR PT AAPA MIIL, menegaskan bahwa masukan dari pihak Kesultanan akan menjadi fondasi program pemberdayaan ke depan.
“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab, transparan, dan inklusif. Masukan dari Baginda Datu akan menjadi kompas bagi kami dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat, guna memastikan kemajuan perusahaan berjalan selaras dengan pelestarian identitas lokal,” tandasnya
Kunjungan ini diakhiri dengan peninjauan lapangan singkat dan sesi diskusi mengenai potensi kerja sama di masa depan.
Langkah ini dinilai oleh banyak pihak sebagai preseden positif bagi iklim investasi di Kalimantan Timur, di mana penghormatan terhadap struktur adat menjadi kunci utama stabilitas dan keberhasilan pembangunan daerah.
Penulis : Hasan
![]()












