Bencana Lokal, Derita Global: Rumah Warga Majalengka Roboh Diterjang Badai, Bantuan Belum Tersentuh

Majalengka, – 12 Oktober 2025 – Dalam sebuah kisah yang menyoroti kerentanan masyarakat miskin di hadapan cuaca ekstrem, rumah kediaman Ibu Sarini (50-an, perkiraan) di Majalengka, Jawa Barat, hancur total setelah diterjang hujan lebat dan angin kencang pada Selasa sore.

Peristiwa dramatis ini terjadi sekitar pukul 15:35 WIB, mengubah tempat tinggal sederhana Ibu Sarini menjadi puing-puing, menambah beban hidupnya yang sudah dipenuhi keterbatasan ekonomi.

Informasi mengenai insiden ini pertama kali diterima oleh awak media Furin News.id dari tokoh masyarakat setempat, Bapak Asep (nama samaran), selaku Ketua RT 003, RW 001, Blok Jumat, Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka.

Baca Juga :  Waspada di Jalan SM Bayanuddin : Bus Perusahaan Biang Kerok Kemacetan dan Bahaya

“Keluarga Ibu Sarini sudah hidup dalam kekurangan. Sekarang, mereka kehilangan satu-satunya tempat berlindung. Ini adalah pukulan ganda,” ujar Ketua RT kepada awak media.

Yang menjadi perhatian utama adalah respons dari pihak berwenang. Ketua RT dengan tegas menyatakan bahwa hingga saat rilis berita ini diterbitkan, belum ada bantuan atau intervensi resmi yang diterima oleh Ibu Sarini dari lembaga pemerintahan daerah manapun.

Ketika awak media tiba di lokasi kejadian yang porak-poranda, Ibu Sarini, yang kini harus menghadapi krisis tempat tinggal, menyampaikan permohonan yang memilukan.

Baca Juga :  Satu Dekade Jembatan Sungai Nibung, Anggaran Membengkak di Tengah Tanda Tanya Publik

Ibu Sarini berharap penuh agar Pemerintah Kabupaten Majalengka segera memberikan bantuan yang memadai.

Bantuan ini tidak hanya diperlukan untuk membangun kembali rumahnya, tetapi juga untuk meringankan beban psikologis dan finansial yang kini harus ditanggung oleh keluarganya.

“Kami hanya meminta uluran tangan. Kami berharap pemerintah melihat kesulitan kami dan memberikan bantuan yang bisa meringankan beban ini,” kata Ibu Sarini.

Kejadian ini berfungsi sebagai pengingat keras akan urgensi penanganan dampak bencana alam di tingkat akar rumput dan perlunya sistem tanggap darurat yang cepat, khususnya bagi warga yang paling rentan secara sosial ekonomi.(Soni)

Loading