Korupsi Bus Sekolah di Berau terkuak, Masyarakat Desak Penyelidikan

INFOFURINNEWS.COM, BERAU—Kasus dugaan korupsi aset bus sekolah yang bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) di Kampung Suaran, Kabupaten Berau, semakin memanas. Menyusul ramainya pemberitaan di media sosial, masyarakat kini menuntut tindakan cepat dan tegas dari aparat penegak hukum.

Mereka mendesak agar Ketua Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) segera dipanggil dan diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana yang merugikan publik.

Informasi yang beredar luas di media sosial mengindikasikan bahwa rekening pribadi sang ketua BUMK “membengkak” secara tidak wajar.

Dugaan ini menguatkan kecurigaan bahwa dana yang seharusnya digunakan untuk operasional bus sekolah telah dialihkan untuk kepentingan pribadi.

Kekecewaan mendalam dirasakan oleh masyarakat, terutama para orang tua yang selama ini mengandalkan bus tersebut untuk antar-jemput anak mereka ke sekolah.

Baca Juga :  EKSKLUSIF: Jeritan dari Kepulauan Terpencil - Tudingan Pedas Penyelewengan Bantuan dan Nepotisme di Balikukup.

“Kami sangat gerah dengan hal-hal seperti ini. Sangat menyakitkan hati,” ujar seorang 

warga yang tidak mau disebutkan namanya, Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lain yang merasa hak mereka telah dicuri secara terang-terangan.

“Ini sangat menyakitkan masyarakat banyak, Pak. Tolong segera diusut tuntas,” tambahnya. 

“Kita semua paham, sesuatu yang batil jika dibiarkan itu tidaklah baik, apalagi ini adalah tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan.”tambahnya

Dampak dari dugaan penyelewengan ini terlihat jelas. Seorang ibu mengeluhkan nasib anak-anak sekolah yang sudah beberapa tahun ini tidak lagi mendapatkan layanan bus jemputan.

Baca Juga :  Polres Berau Tangkap Residivis Kasus Perdagangan Orang, Libatkan Anak di Bawah Umur

“Kasihan anak-anak sekolah, pantas saja sudah beberapa tahun ini tidak ada antar-jemput. Kok tega ya makan sendiri,” ungkapnya penuh kekecewaan.

“Bus Sekolah Jadi Bancakan: Rakyat Berau Tuntut Keadilan”

“Korupsi CSR di Ujung Negeri: Mengapa Rekening Ketua BUMK Jadi ‘Gendut’?”

“Ironi Pendidikan di Berau: Dana Bus Sekolah Hilang, Anak-anak Jalan Kaki”

Kasus ini menjadi ujian berat bagi penegak hukum di Kabupaten Berau. Mampukah mereka menjawab seruan masyarakat? Atau, akankah kasus ini hanya menjadi satu lagi tumpukan cerita ketidakadilan yang pada akhirnya dilupakan?

Publik menunggu langkah konkret, berharap keadilan segera ditegakkan demi anak-anak sekolah dan masyarakat yang telah dirugikan.(Tim Red)

Loading