Video Viral Mbak Suci Berisi Kritikan Tajam Bikin Bupati Tulung Agung Ketar Ketir.

INFOFURINNEWS.COM, Kaltim – Mbak Suci, seorang pekerja imigran asal Desa Suwaluh, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, menjadi sorotan lantaran sejak akhir Juni 2025, dia rutin mengunggah video berisi kritik tajam membuat ketar ketir terhadap berbagai pihak di kampung halamannya melalui media sosial.

Lewat akun TikTok pribadinya, perempuan yang selalu menyebut dirinya Mbak Suci dan bekerja di Taiwan itu kerap menyampaikan unek-uneknya perihal pemerintahan desa hingga kabupaten. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos membuat videonya cepat viral dan menuai banyak reaksi.

Awalnya, kritik ditujukan kepada camat Pakel serta perangkat Desa Suwaluh. Namun seiring waktu, sasaran kritiknya meluas hingga menyentuh nama-nama penting di pemerintahan Kabupaten Tulungagung. Termasuk Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo,S.E., M.E.,

Baca Juga :  Borok Pengelolaan Dana BOS Berau, Temuan Miliaran Rupiah hingga Indikasi Manipulasi Sistem SIPLah

Dalam hal ini, Budi Untoro sebagai penggiat Anti korupsi asli putra daerah Tulung Agung yang sekarang berada di Kalimantan Timur, Menanggapi video yang viral di akun tiktok Mbak Suci Yang Sedang Melakukan interaksi melalui telpon sama bupati Tulungagung.

“Saya merasa tidak puas jawabannya bupati Tulung Agung, seolah – olah omongan mbak suci tidak mendasar dan melanggar hukum.”Ungkapnya.

Menurut budi, seharusnya Bupati bekerja secara profesional dan prosedural menekankan pentingnya integritas, kompetensi, dan kepatuhan terhadap aturan dalam menjalankan pemerintahan. Hal ini merupakan landasan bagi terciptanya pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  End Of Era! SMK Muhammadiyah Sangasanga Lepas Generasi XXVIII Menuju Gerbang Masa Depan

“Saat berbicara tentang audit, seolah – olah bupati kurang paham menanggapi pertanyaan suci, seharusnya di lingkungan Pemerintahan ada inspektorat, BPK RI, BPKP, yang tugasnya melakukan pemeriksaan keuangan dan bisa memohon audit investigasi kalau benar – benar tidak ada penyimpangan, maksudnya suci begitu, tapi jawaban bupati tidak nyambung,” Pungkasnya.(Hasan)

Loading