Berita  

Waspada di Jalan SM Bayanuddin : Bus Perusahaan Biang Kerok Kemacetan dan Bahaya

INFOFURINNEWS.COM, Sambaliung – Sebuah masalah serius tengah menghantui pengguna Jalan SM Bayanuddin di Kecamatan Sambaliung, Bus-bus perusahaan yang melintas di jalur tersebut kini menjadi sorotan utama karena dianggap membahayakan dan memicu kemacetan parah.

Praktik sembarangan menaikkan dan menurunkan karyawan di badan jalan yang sempit memicu keresahan warga dan pengendara.

Aktivitas bus perusahaan di jam-jam sibuk, terutama saat karyawan berangkat dan pulang kerja, menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan.

Bus-bus berukuran besar ini dilaporkan kerap berhenti mendadak tanpa memberi isyarat, memaksa kendaraan di belakangnya, baik roda dua maupun roda empat, mengerem secara tiba-tiba.

Jalan yang memang sudah sempit membuat situasi ini semakin rentan terhadap kecelakaan.

Baca Juga :  Wagub Seno Aji Sambut Hangat PJI, Siap Dukung Program Kerja dan Peningkatan SDM Pers.

“Kalau sudah jam berangkat atau pulang kerja, bus-bus itu berhenti seenaknya. Jalan di sini sempit, jadi rawan tabrakan,” ujar salah satu warga setempat, Kamis (25/9). 

Ungkapan ini menggambarkan betapa frustrasinya masyarakat menghadapi kondisi ini setiap hari.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jalan SM Bayanuddin merupakan salah satu jalur vital dengan volume kendaraan yang tinggi.

Kondisi ini menuntut kedisiplinan dari semua pihak, termasuk perusahaan pemilik bus.

Namun, minimnya kesadaran untuk menciptakan titik henti yang aman dan tertib justru menempatkan nyawa pengendara lain dalam bahaya.

Baca Juga :  Sorotan Dunia: Jeritan Keadilan Warga Balikkukup di Tengah Misteri Dana Bantuan

Masyarakat kini berharap ada tindakan tegas dari pihak perusahaan dan otoritas terkait.

Mereka mendesak agar perusahaan segera menetapkan titik-titik pemberhentian khusus yang aman, sehingga aktivitas bus tidak lagi mengganggu kelancaran lalu lintas.

Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan dan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman bagi semua.

Permintaan ini adalah seruan untuk tanggung jawab kolektif. Dengan menertibkan rute dan titik henti, perusahaan dapat menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan publik, bukan hanya keuntungan.

Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan dapat memfasilitasi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah lalu lintas di kawasan padat penduduk ini.

Loading