Berita  

Maratua Music Festival 2025: Melodi di Ujung Timur, Kolaborasi Konservasi dan Kreativitas Global

Pulau Maratua, INFOFURINNEWS.COM – 4 November 2025 – Maratua Music Festival (MMF) 2025 telah resmi mengguncang salah satu surga bahari tersembunyi di Indonesia, Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Festival tahunan yang berlangsung dari 4 hingga 8 November ini tidak hanya memanjakan telinga dengan alunan musik, tetapi juga menegaskan komitmen regional terhadap ekowisata berkelanjutan dan promosi kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia.

diselenggarakan di pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina. Acara ini berfungsi sebagai katalisator untuk mendorong sektor pariwisata yang inovatif dan berbasis komunitas di wilayah yang secara tradisional didominasi oleh industri ekstraktif.

Festival ini menghadirkan perpaduan musisi populer nasional dan bakat lokal, termasuk penampilan dari Tri Suaka, Nabila, Yuhu, DJ Reoz One, dan Gembestaku.

Kehadiran mereka di latar belakang laguna biru dan pantai berpasir putih Maratua menawarkan pengalaman unik bagi ribuan wisatawan, baik domestik maupun internasional.

Baca Juga :  Sorotan Tajam Korupsi PT. ADCL Balangan: Anggota DPRD Ari Wahyu Utomo Kembalikan Rp 2 Miliar, KPK Didesak Bongkar TPPU

“MMF adalah lebih dari sekadar konser. Ini adalah platform untuk menyatukan semangat budaya, keindahan bahari, dan kreativitas generasi muda. Kami berharap ini memperkuat citra Berau sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur,” ujar perwakilan panitia dari EO Mata Sanggam.

Lebih dari sekadar hiburan, acara ini mengintegrasikan agenda konservasi yang kuat melalui kegiatan Coastal Clean Up.

Aksi bersih-bersih pesisir ini menjadi penekanan bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan selaras dengan pelestarian ekosistem laut yang menjadi rumah bagi penyu, karang, dan berbagai spesies endemik lainnya di Kepulauan Derawan.

Pemerintah Kabupaten Berau, yang menginisiasi acara ini, secara eksplisit menargetkan festival ini sebagai strategi utama untuk menggairahkan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Silaturahmi Hangat di Samarinda, Isyarat Misterius di Tengah Polemik Korporasi

Bazar UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah): Menjadi etalase bagi produk-produk lokal, termasuk kerajinan tangan dan kuliner khas pesisir, yang secara langsung mendukung mata pencaharian masyarakat Maratua dan sekitarnya.

Fashion Show: Menampilkan karya-karya desainer lokal, mempromosikan tekstil dan gaya yang terinspirasi dari budaya dan alam Kalimantan.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, M.Pd, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyatakan dukungan penuh.

Mereka melihat MMF sebagai peluang emas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menciptakan mata pencaharian baru yang berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada sektor tradisional.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, EO Mata Sanggam, pelaku pariwisata, musisi, dan masyarakat, Maratua Music Festival 2025 diposisikan sebagai jembatan yang membawa kekayaan alam dan budaya Berau ke pengakuan global.

Baca Juga :  43 Tahun Tanpa Legalitas Adat, Kesultanan Sambaliung Layangkan Peringatan Keras kepada PT Berau Coal

Panitia mengundang semua pihak untuk hadir: “Nikmati musik, budaya, dan pesona laut Maratua yang memukau,” sebuah ajakan yang merangkum esensi dari perayaan kolaboratif ini di jantung ekowisata Indonesia.(Tim Red)

Loading