Perteguh Diplomasi dan Warisan Budaya, Para Sultan Se-Nusantara Berkumpul di Giri Kedaton

Subang, Infofurinnews.com – Dalam upaya memperkuat simpul diplomasi kebudayaan dan menjaga warisan leluhur di era modern, para sultan dari berbagai penjuru Nusantara menggelar pertemuan silaturahmi budaya agung. Perhelatan yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Giri Kedaton Nusantara, Subang, Jawa Barat, pada Selasa (16/6).

Acara bernilai sejarah ini diselenggarakan atas undangan dari Romo Bayu Suryo – Ki Semar, dan diorganisasi secara profesional oleh K.R.Ay.T. MGAD Hj. Yani Wasitaningrum selaku Sekretaris Jenderal Majelis Kerajaan Nusantara (MAKN).

Kehadiran para sultan se-Nusantara ini menegaskan kembali komitmen bersama dalam merawat kerukunan antarumat beragama, memperkokoh deplomasi kebudayaan, serta membangun jembatan persahabatan berbasis kearifan lokal.

Sejak pagi hari, atmosfer Giri Kedaton Nusantara dipenuhi dengan khidmatnya nilai tradisi. Kedatangan para tamu agung disambut langsung dengan rangkaian tari-tarian tradisional khas Jawa Timur yang sarat makna penghormatan.

Baca Juga :  Terkuaknya Dugaan Keterkaitan Google dalam Korupsi Chromebook, Bayang-bayang IPO GoTo

Selepas prosesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat, membuka ruang dialog budaya yang inklusif di antara para Sultan

Hadir di antara rombongan agung tersebut, perwakilan dari dua kesultanan bersejarah di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yaitu PYM. Datu Amir MA beserta rombongan dari Kesultanan Sambaliung, dan PYM. Adji Raden M. Bakhrun beserta rombongan dari Kesultanan Gunung Tabur.

Dalam kesempatan tersebut, PYM. Datu Amir MA, Raja Muda Perkasa. Sultanan Sambaliung menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya sinergi kebudayaan di tengah dinamika global.

“Silaturahmi di Giri Kedaton Nusantara ini bukan sekedar pertemuan seremonial, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk menghidupkan kembali roh diplomasi kebudayaan kita. Warisan leluhur adalah fondasi identitas bangsa. Melalui momentum ini, kita merajut kembali tali persaudaraan, meneguhkan kerukunan umat, dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman yang harmonis dan kokoh.” Ungkapnya

Baca Juga :  Tangisan Warga Pulau Balikukup: Desak Kejaksaan Berau Segera Tindak Korupsi Kepala Kampung!

Senada dengan hal tersebut, PYM. Adji Raden M. Bakhrun. Sultanan Gunung Tabur turut memberikan pernyataan penting terkait keberlanjutan warisan sejarah bagi generasi masa depan.

“Kehadiran kami dari Berau, Kalimantan Timur, merupakan bentuk komitmen mutlak untuk menjaga agar api warisan budaya Nusantara tidak padam. Pertemuan agung yang diinisiasi oleh MAKN ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pikiran. Di tengah keberagaman, kita menemukan kesamaan visi, yaitu menjaga perdamaian, saling menghormati antar keyakinan, dan memastikan nilai-nilai luhur ini tersampaikan dengan baik kepada generasi penerus.” Tandasnya.

Pertemuan ini mempertegas peran penting Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) dalam menjembatani pelestarian adat di tingkat nasional hingga internasional.

Melalui koordinasi yang rapi dari K.R.Ay.T. MGAD Hj. Yani Wasitaningrum, acara ini sukses mempertemukan gagasan-gagasan besar dari para sultan demi menjaga kedaulatan budaya bangsa.

Baca Juga :  Pratasaba Resort Maratua Tawarkan "Surga Tropis Ekonomis" untuk Liburan Akhir Tahun 2025 dan Sambut 2026

Hingga akhir acara, kegiatan berjalan dengan khidmat, aman, dan memancarkan optimisme baru bagi masa depan pelestarian budaya di Indonesia.

Penulis : Hasan

Loading