INFOFURINNEWS.COM, JAKARTA – Kabut misteri di balik kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat Chromebook yang menyeret nama Google semakin menipis. Seiring dengan penyelidikan yang intensif, sebuah narasi baru yang mengejutkan muncul ke permukaan: dugaan adanya kucuran dana dari Google di balik proses Initial Public Offering (IPO) GoTo pada tahun 2021.
Investigasi mendalam mengungkapkan bahwa Google, melalui entitasnya, ternyata menjadi salah satu investor yang menanamkan modalnya dalam pendanaan pra-IPO GoTo. Kucuran dana ini merupakan bagian dari gelombang investasi besar yang melibatkan sejumlah pemain global terkemuka.
Selain Google, deretan nama-nama besar lainnya yang turut serta dalam pendanaan pra-IPO GoTo ini termasuk Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Avanda Investment Management, Fidelity International, Permodalan Nasional Berhad (PNB), Primavera Capital Group, Seaton Master Fund, Temasek, Tencent, dan Ward Ferry.
Total dana yang terkumpul dalam pendanaan pra-IPO tersebut diperkirakan mencapai US$ 1,3 miliar, atau setara dengan Rp 18,46 triliun. Keterlibatan Google dalam pendanaan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait potensi konflik kepentingan dan bagaimana hal ini bisa berkaitan dengan kasus dugaan korupsi Chromebook yang sedang ditangani.
Publik kini menanti dengan cermat bagaimana penyelidikan akan berlanjut, apakah keterkaitan Google dalam IPO GoTo ini hanya kebetulan, ataukah ada benang merah yang lebih dalam yang menghubungkan kedua peristiwa besar ini.
Kasus ini semakin menegaskan kompleksitas jaringan bisnis dan politik yang sering kali bersembunyi di balik layar, dan menunjukkan bahwa korupsi bisa merambah hingga ke level tertinggi.
![]()












